Memiliki keluarga yang rukun dan damai adalah impian semua keluarga.
Tapi jarang keluarga yang bisa mengerti esensi dalam penciptaan kerukunan dan kedamaian.
Banyak keluarga yang berteriak ingin hidup rukun dan damai tetapi akhirnya malah salah kaprah dalam penerapannya..
Hidup rukun dan damai...bukanlah tanpa masalah tetapi penuh masalah..
Namun masalah tetap masalah bukan..?? bukan untuk diributkan tetapi di cari solusi penyelesaian yang terbaik. Bila Arif dan bijaksana menghadapi masalah ditambah rasa ikhlas dan sabar dalam menerima semua keadaan..Insya Allah gejolak yang timbul bisa diredam.
Pribadi-pribadi yang sabar memang sangat dibutuhkan dalam keluarga..
Dalam keluargaku mungkin hanya mama yang paling sabar...
Sisa anggota keluarga lainnya sungguh keras kepala (bukan hanya tempurung otaknya yang keras tapi juga sifat-sifatnya) hehehhe...
Hidup dalam 2 kultur yang halus kasar membuat cara-cara kami bersikap pun terpengaruh.
Bila dirumah eyang...Semuanya mesti halus-halus...hehehe..
Ngomong ojo banter-banter..
Kalo dipanggil bilang mesti jawab, “dalem yang...”
Makan tidak boleh kecap-kecap...
Duduk tidak boleh jigang kanyak diwarung kopi..
Dan lain sebagainya..
Bila dirumah..
Boleh saja teriak-teriak kanyak tarzan untuk kepentingan yang perlu.
Misalnya memanggil Ulik yang ada di belakang..
Atau memberi instruksi untuk mengambilkan sesuatu..
Untuk cara makan dan duduk kanyaknya ortu sepaham dengan eyang,hehehe...
Keluarga banyak memberi pengaruh dalam aspek kehidupanku.
Walaupun aku sangat jarang dirumah untuk urusan sosialisasi (cailah..gaya!!)
tetapi bagiku kumpul dengan keluarga adalah keharusan.
Rasanya tidur dengan anggota keluarga yang kurang lengkap menjadi tidak enak.
Setiap malam aku berusaha untuk mengabsen mereka..
Apakah ortu dirumah atau sudahkah adik-adikku berada ditempat favoritnya di rumah..
Kebiasaan yang aneh yah...hehehe..
Itulah Keluargaku..
Masih banyak sih yang bisa diceritakan tetapi takutnya mereka marah..
Soalnya aku belum dapat lisensi untuk menerbitkan biografi keluarga,hehehe...
Tamat...(bersambung ke PART TWO)
20 April 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar